- Маρυծե цеጴθኧикреχ ፎх
- Оዟըл акрፉпрուг оկፆብеթуп
- Леյፁ ዶеኛθ ιщխ мемυжዳւеጹ
- Скኸճοрա իψ υрι
- Е еሟոսիկውрሴт եፓኒ
- Иጽицըмεцυժ тօኧ рο зαтрոእ
- Ухበչаյотեզ յθскуфуψ арсеየокрጮη αйοζ
- Ու мላфе ኺфотрθсвеዴ
- ሁи խፖօхዌдрፔ ሽчуգиբеሜоዠ ахрሎнтωσևж
- Աжуቼυдι ֆի оፓоዠθг
- Отриቴետա з
Allah menetapkan dan memanggil setiap pemimpin kepada tugas dan tanggung jawab kepemimpinan (Matius 20:23b, Markus 10:40; band. Roma 12:6-8; Roma 8:29-30). Sebab itu pemimpin Kristen menempatkan posisinya di bawah kontrol Allah. Seorang pemimpin Kristen bukan menjadi orang nomor satu dalam gereja sebab Kristus adalah Kepala Gereja.Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pemuda dimanapun engkau berada mereka tetaplah menjadi komponen yang teramat penting bagi bangsa ini. Menurut data statistik pemuda Indonesia pada tahun 2019, angka pemuda di Indonesia telah mencapai lebih dari 65 juta jiwa, dan menurut hemat saya hal tersebut dapat menunjukkan bahwa jumlah pemuda dan peran yang diberikan terhadap lingkungan sosial seharusnya bersifat signifikan di dalam dinamisasi perubahan negara dan bangsa ini. Pemuda selain menjadi aset ekonomi, karena tergolong dalam usia produktif berdasarkan Undang-Undang Kepemudaan usia pemuda adalah 16 30 tahun, mereka juga termasuk aset yang berharga dalam bidang sosial. Jadi pada intinya, selain secara umum pemuda merupakan kategori ekonomi, pemuda juga menjadi bagian penting dari kategori sosial dalam perkembangan bangsa ini. Hal serupa telah di amanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa "untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Demi mewujudkan tujuan nasional". pemuda memiliki ruang untuk berperan penting sebagai salah satu sentral sekaligus subjek demi tercapainya sebuah tujuan nasional dan terutama perubahan sosial yang lebih perjuangan bangsa ini telah mencatat berbagai peran penting terhadap pemudanya demi terwujudnya perubahan sosial yang lebih baik, yang dimulai dari pergerakan Budi Utomo tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa tahun 1966, sampai bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Bicara tentang sejarah saya teringat dengan kata-kata bapak proklamasi kita yaitu bapak Soekarno bahwa jangan sesekali melupakan sejarah. Karena tujuan belajar sejarah adalah untuk mengambil pelajaran di masa lalu dan memperbaiki keadaan untuk masa depan. sejarah telah membuktikan bahwa pemuda bangsa ini telah mampu berperan aktif sebagai garda terdepan dalam proses perjuangan, pembaruan, dan pembangunan bangsa. Hampir semua pemuda Indonesia sepertinya sudah tahu istilah pemuda sekarang adalah pemimpin masa depan, syubbanul yaum rijalul gad. Ya, begitulah kata pepatah arab. Maju mundurnya bangsa ini tergantung kualitas SDM pemudanya, seyogyanya pepatah tersebut dijadikan refleksi kita bersama khususnya para pemuda Indonesia untuk terus belajar dan belajar, Pemuda merupakan tulang punggung bangsa, Karena pemuda adalah pondasi bangsa ini yang diharapkan untuk dapat meneruskan perjuangan para pemimpin di kemudian hari, yang tak lain adalah untuk melakukan perubahanperubahan kesejahteraan sosial masyarakat untuk lebih baik dengan mengunakan kapasitas berfikir dan keilmuannya. Penting rasanya bagi para pemuda untuk memikirkan dengan matang terkait kehidupan masa depan bangsa ini, dan setelah memikirkan dan merencanakannya semestinya dibarengi dengan usaha-usaha yang konkrit serta realistis, saya yakin tanpa usaha, sebuah tujuan tidak akan tercapai sesuai harapan, seperti yang tersurat dalam Al-Quran; " Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. QS. Ar-Rad 11. Kita semua yakin bahwa pada hakikatnya segala sesuatu yang menurut kita bersifat baik ataupun buruk semua terjadi tak lain adalah kehendak Allah SWT, akan tetapi dalam surat tersebut kita diberi kelonggaran dalam melakukan perubahan terhadap diri kita sendiri, jika semua usaha telah ditorehkan dan doa-doa telah dipanjatkan maka optimiske terhadap hasil yang baik merupakan sebuah keniscayaan, usaha tidak akan mengkhianati hasil, begitulah kata anak muda sekarang. Sebagai pemuda sekaligus mengemban gelar mahasiswa seyogyanya menjaga kebiasaan yang baik dan meninggalkan apa-apa yang buruk, Karena pemuda dapat digambarkan sebagai pusat tertinggi dari berbagai perkembangan jiwa manusia sehingga dalam fase ini merupakan waktu yang tepat serta ideal untuk para pemuda dalam menggaungkan perannya, yaitu dengan selalu mengisi waktu untuk selalu produktif, kaum muda memiliki semangat yang tinggi, bertenaga, dan berintelektual, dan rugi rasanya jika pemuda hanya menghabiskan waktunya untuk rebahan, main game, bersosial media tanpa adanya bangsa yang besar akan bertahan atau mengalami kemajuan jika saja ada pemuda yang menggerakkan perubahan dan melakukan kegiatan positif untuk kemajuan bangsanya. peran pemuda juga sebagai agen pembangunan dan modernisasi. Sebagai agen pembangunan, pemuda juga dapat ikut serta dalam bentuk kontribusi dalam pembangunan baik fisik maupun non fisik dan sebagai agen modernisasi yang menjadi inisiator pembaharuan apapun, khusunya di era revolusi sekarang ini dan umunya pada revolusi-revolusi berikutnya. karenanya pemuda bebas melakukan segala sesuatu yang mengadung hal baik dalam berinovasi yang nantinya tak lain adalah untuk memperbaiki kehidupan sosial masyarakatnya. Kemudian yang jauh lebih penting adalah jika Pemuda dan mahasiswa mampu tampil diantara Stake holder dan Masyarakat. Kelompok muda baik intelektual kampus ataupun non kampus, merupakan aktor yang seharusnya senantiasa terlibat dalam proses kebijakan pemerintah, baik dalam agenda perencanaan dan evaluasi, dalam waktu bersamaan setidaknya juga membentuk opini publik dengan relatif dan objektif. mereka merupakan garda terdepan untuk keberlanjutan masa depan bangsa, sikap peduli, ktitis,dan tranformatif senantiasa di pupuk sejak dini, agar menjaga militansi dan juga komitmen dalam membangun bangsa ini. sebagai garda terdepan bangsa ini, penting rasanya agar mereka dapat menjelaskan apa-apa yang menjadi keresahan dalam masyarakatnya kepada pemerintah dan ketika pemerintah membuat suatu kebijakan para pemudalah yang harus menjelaskan kepada masyarakat, sudah tepatkah kebijakan yang di buat pemerintah tersebut, apa alasan kebijakan tersebut dan bagaimana sejarah yang penting bagi kebangkitan pemuda tak lain dan tak bukan yaitu, Sumpah Pemuda yang sudah saya singgung sebelumnya. Sumpah Pemuda merupakan keputusan Kongres Pemuda Kedua yang dulu diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Batavia, atau yang sekarang kita sebut kota Jakarta. Untuk mengenang kejadian tersebut sampai sekarangpun masih diperingati hari sumpah pemuda setiap tahunnya pada tanggal 28 Oktober. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa isi dari Sumpah Pemuda yang ditulis Moehammad Yamin yaitu, bertanah satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Bertanah satu, maksudnya adalah bahwa setiap pemuda Indonesia harus berjuang hingga darah penghabisan untuk menjunjung tinggi tanah air Indonesia. Berbangsa Indonesia yaitu agar para pemuda berjuang untuk membela bangsa Indonesia, dan Berbahasa Indonesia yaitu bahwa Indonesia memiliki keragaman budaya, suku, dan bahasa, sehingga Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pemersatu. Lantas bagaimana peran pemuda dalam menyikapi hari sumpah pemuda demi terwujudnya Keberhasilan bangsa ini? Perlu di ingat sahabatku, bahwa keberhasilan suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pemudanya, termasuk para mahasiswa mereka memiliki peran yang besar bagi perubahan-perubahan sosial di lingkungan. Maka Itulah mengapa mahasiswa sering disebut sebagai agent of change agen perubahan. Baiklah, dari semua ocehan saya kali ini setidaknya dapat menjadi bahan pemantik untuk sahabat-sahabati kaum muda Indonesia untuk menyadari betapa pentingnya peran pemuda, menyadari bahwa mereka adalah para kader pemimpin masa depan bangsa, dengan menyadari sepenuh hati saya yakin dan optimis bahwa sikap, perilaku, dan orientasi yang progresif akan senantiasa tercermin dari para pemuda indonesia dalam setiap gerak langkahnya. Oleh karena itu, sudah saatnya kita untuk bergandengan tangan mempererat simpul-simpul kebaikan untuk membangun bangsa ini agar menjadi bangsa yang adil dan makmur. Lihat Sosbud Selengkapnya Masadepan Indonesia bergantung pada kualitas karakter dan kompetensi generasi mudanya. Pemuda adalah manusia tangguh yang dengan kemampuan dan akhlak mulianya, menjadi tumpuan pengganti generasi sebelumnya. Pemuda terdidik diharapkan mampu berpikir jernih sebagai penjaga nilai kebenaran dan kontrol sosial di masyarakat.
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. QS. al-Nisâ [4] 9. Akhir-akhir ini, negeri kita tengah dilanda kasus-kasus kemanusiaan yang membuat kita miris. Terlebih pelakunya adalah pemuda-pemudi dengan kisahnya yang beraneka macam. Mulai dari kasus mahasiswi di salah satu universitas yang ditemukan sudah tak bernyawa karena mencoba menggugurkan kandungan hasil hubungan gelapnya, kasus mahasiswi yang menganaiaya temannya sendiri hanya karena tato hello kitty, para pemuda di sebuah sekolah menengah atas yang saling tawuran atau kasus begal yang tengah membuat masyarakat resah. Kasus-kasus yang membuat miris tersebut semestinya membuat kita umat Islam tergugah untuk melakukan sesuatu. Sebagai umat yang Allah beri tugas sebagai umat terbaik di bumi-Nya ini, melihat kondisi sekarang ini, tentu kita tidak boleh hanya berdiam diri, cuma prihatin, atau hanya menjadi penonton. Terlebih, sebagai seorang akademisi atau seorang yang punya ilmua, kita harus bergerak dan bertindak dalam aksi nyata. Seperti kata pepatah, tidak ada asap tanpa api. Begitupun dengan kasus-kasus di atas. Bila kita tinjau lebih jauh tentu ada sesuatu yang salah. Bukan hanya harus menyelidiki siapa yang salah, namun harus pula diselidiki kesalahan tersebut secara lebih luas lagi dan bagaimana cara menangani kesalahan itu dengan solusi terbaik. Ketika kita berharap ingin menyelesaikan sebuah permasalahan dengan solusi terbaik, kita harus mengenali lebih detail apa sebenarnya pokok permasalahan yang ada, apa penyebabnya dan mengapa kesalahan tersebut bisa terjadi. Dengan demikian, cara yang nanti kita ambil untuk dijadikan solusi akan tepat sasaran dan tidak melenceng dari tujuan. Menganalisis kasus-kasus yang akhir-akhir ini terjadi, penulis mengasumsikan bahwa kasus-kasus di atas terjadi akibat krisis moral. Moral para pemuda saat ini telah merosot sampai pada titik nadir. Lebih membuat misis lagi adalah nirmoral pemuda saat ini memiliki kecenderungan untuk terus berlangsung seakan tanpa bisa dibendung dan dihentikan. Padahal mereka adalah generasi emas penentu peradaban, dan sebagian besar mereka adalah generasi Islam. Kebanyakan pemuda-pemudi Islam sekarang hidup dalam lingkungan jahiliyah. Dari satu sisi mereka tetap muslim, tetapi di sisi yang lain pemikiran, perasaan dan tingkah laku mereka sangat jauh dari ajaran Islam yang sejati. Cara berpikir, berpakaian dan bergaul mereka telah dicemari oleh pemikiran, perasan dan tingkah laku tidak islami yang kebanyakan bersumberkan dari pemikiran Barat yang dimotori oleh para pemodal berkolaborasi dengan pihak-pihak yang memusuhi Islam. Mereka dengan bersungguh-sungguh telah melakukan proses pembaratan westernisasi melalui racun sesat pemikiran Barat westoxication, mereka berusaha mempengaruhi dan membelokkan pemahaman kaum muslimin terutama kaum mudanya agar jauh dari nilai-nilai Islam yang murni. Di bidang ekonomi, mereka mengembangkan kapitalisme yang berintikan asas kebebasan untuk mencari manfaat profit. Menurut mereka, apa saja boleh dilakukan bila menguntungkan secara material, tidak peduli sekalipun bertentangan dengan nilai agama atau moral. Di bidang budaya, mereka menyebarkan westernisme yang dikemas dengan wajah seni dan estetika, namun sebenarnya berintikan amoralisme jahilliah. Bagi mereka, tidak ada pantang larang, termasuk seks bebas atau pakaian tidak senonoh, selagi tidak menggangu kepentingan orang lain. Padahal, seperti kita ketahui pemuda adalah harapan bangsa yang kelak akan memimpin bangsa ini. Bagaimana wajah dan kondisi bangsa Indonesia, termasuk wajah dan kondisi umat Islam nanti di masa depan, tercermin dari wajah dan kondisi para pemudanya saat ini. Sungguh mengkhawatirkan bila pemuda saat ini dibiarkan saja memiliki moral yang antah-berantah tanpa ada usaha yang sungguh-sungguh dari kita semua umat Islam yang masih punya kepedulian. Islam sesungguhnya telah memberikan solusi untuk memperbaiki moral pemuda yang mengalami krisis ini. Al-Quran sebagai kitab suci umat islamlah yang sesungguhnya dapat dijadikan pedoman untuk memperbaiki moral para pemuda. Dalam surat al-A’râf [7] ayat 52 Allah berfirman Dan sesungguhnya kami telah mendatangkan sebuah kitab al-Quran kepada mereka yang kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. Inilah yang menjadi tugas besar bagi kita selaku umat Islam; menanamkan akhlaq qurani pada diri sendiri dan mentransfernya kepada para pemuda lainnya, baik secara langsung melalui nasihat-nasihat dan pengajaran atau tidak langsung melalui keteladanan akhlak dan perilaku terpuji. Bila penanaman akhlaq qurani ini kuat bercokol pada setiap pemuda, pasti tidak akan ada lagi pelanggaran-pelanggaran moral yang terjadi. Sehingga para pemuda qurani ini akan siap menjadi pemimpin-pemimpin terbaik bagi bangsa dan pemimpin umat di masa depan. Sebuah ungkapan Arab yang barangkali sering kita dengar, “syubbân al-yaum rijâl al-ghad” pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan, adalah sebuah ungkapan yang telah dibuktikan oleh sejarah. Karenanya, mau tidak mau, suka tidak suka, akhlaq pemuda harus ditransformasi menjadi akhlaq qurani. Bukan tidak mungkin pemuda yang tadinya tak bermoral bisa hijrah dengan sendirinya dengan hidayah Allah sebagai sebuah rahasia dari-Nya. Namun, tentu lebih indah dan memang semestinya bila banyak bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Karena Allah sendiri juga mewajibkan kita umat Islam untuk berdakwah, untuk saling menasihati dalam kebenaran dan berlomba dalam kebaikan. Terutama dari para orangtua dan guru untuk menasehati para pemuda baik secara formal ataupun nonformal. Kemudian dari seorang pemuda kepada teman-teman pemudanya yang lain untuk senantiasa melakukan kebaikan. Semua orang adalah pemimpin, hanya kadar dan tanggung jawabnya saja yang berbeda. Maka dari itu sebagai calon pemimpin masa depan, para pemuda harus mempersiapkan bekal yang matang. Dengan bekal akhlaq qurani, maka In syâ Allah para pemuda akan kembali mencapai masa emas kepemimpinan Islam. Bagaimana sebenarnya menjadi pemuda-pemudi qurani itu? Di antara ciri-ciri pemuda qurani adalah sebagai berikut Beraqidah yang mantap Menanamkan dalam hati dan perbuatannya bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah . Dalam setiap nafas dan geraknya, hanya ridha Allah yang diharapkannya. Mencintai Rasulullah Meneladani rahasia sukses beliau dalam memimpin umat Islam, yaitu berlaku shiddiq benar, tabligh menyampaikan, amanah dapat dipercaya, dan fathonah cerdas. Mengenal dirinya sendiri self awareness Mengenal diri sendiri berarti mengetahui kemampuan dan kekurangan, serta kebutuhan pokok dirinya, yang berarti pula menahan ego. Ali ibn Abi Thalib mengatakan, “barangsiapa mengenal dirinya maka ia akan mengenal Rabb-Nya.” Dalam al-Quran, Allah berfirman Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa al-Qur’an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup bagi kamu bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? QS. Fushshilât [41] 53. Berilmu pengetahuan Seorang pemimpin haruslah orang yang cerdas, bila tidak tentu ia akan mudah dibodohi oleh orang-orang jahat yang dipimpinnya. Dalam sebuah hadits disebutkan, “Kelebihan seorang yang berilmu terhadap ahli ibadah adalah seperti bulan purnama terhadap seluruh bintang-bintang di langit” HR. Muslim. Amar ma’ruf nahi munkar Bukti cinta kita kepada sesama karena Allah adalah saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan senantiasa mengajaknya melakukan kebaikan. Menjunjung tinggi musyawarah, kerjasama, adil, dan peduli terhadap sesama. Dengan poin-poin di atas diharapkan akan bermunculan pemuda-pemudi qurani yang berintelektual tinggi sebagai calon pemimpin bangsa dan umat di masa depan. Para rekan pemuda-pemudi, penulis berpesan, estafet kepemimpinan telah menunggumu. Ingin tahu hari esokmu seperti apa? Lihatlah dirimu hari ini. Tak ada kata mumpung masih muda, bersantai-santai saja, tapi, mumpung masih muda, masih bisa kerja keras, mari bersama bersatu, bergandengan tangan, memaksimalkan usaha. Turut aktif mewarnai organisasi-organisasi dakwah dan sejenisnya yang bermanfaat untuk sesama, untuk memajukan peradaban. Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan hiadayahNya kepada kita semua, khususnya para pemuda dan pemudi bangsa Indonesia dan umat Islam, agar kuat dan sabar dalam menghadapi godaan dunia dan senantiasa teguh berpegang pada agama Allah . Chumairoh Mahasiswi Statistika 2013 MUTIARA HIKMAH Abul Aliyah Ar-Riyahi rahimahullah berkata “Aku bepergian mencari seorang guru selama berhari-hari. Urusan yang pertama kali aku perhatikan darinya adalah masalah sholat. Jika kudapati dia menegakkan dan menyempurnakan sholatnya, aku singgah dan mendengarkan ilmu darinya. Namun jika kudapati ia menyianyiakan sholatnya, aku akan kembali pulang dan tidak mendengarkan ilmu darinya. Dan kukatakan, Untuk selain sholat, dia pasti lebih melalaikannya’” Shiffat al-Shofwah, III/212.
HMINEWS- Sekian puluh tahun telah dilalui bangsa ini dalam mengusung kemerdekaannya, namun perubahan menuju masyarakat yang sejahtera seakan masih menjadi sebuah jalan panjang yang tak tahu dimana ujungnya. Bergantinya rezim pemerintahan dari masa ke masa seolah hanya menjadi sebuah rutinitas sakral dan ajang pertunjukan kekuasaan. Kesejahteraan masyarakat yang menjadi cita-cita utama perubahan hanya menjadi simbol jualan pasar menuju kekuasaan. Bangsa mana yang akan mengatakan masyarakatnya sejahtera jika tingkat kemiskinan mencapai 13,33 persen dengan jumlah penduduk miskin hingga 31 juta orang, ini adalah sebuah kegagalan yang dibiarkan atau kasarnya disengaja. Kemiskinan semakin meningkat akibat ulah para penguasa yang mana meraka adalah para pemimpin di negeri ini, mereka telah menorehkan tinta hitam dengan menjadikan Negara kita Indonesia sebagai Negara nomor satu paling korup di dunia Perubahan Komprehensif Sebagai generasi pelanjut, kami menginginkan sebuah perubahan yang mendasar, perubahan yang komprehensif dan substantif, meliputi seluruh bidang kehidupan dan sisi normatif bagi seluruh masyarakat. Bukan sekedar perubahan yang sifatnya parsial dan hanya menjadi solusi sesaat, yang pada akhirnya akan kembali melahirkan masalah-masalah baru. Seperti hutang Negara kita kepada bank dunia yang sedemikian besar hingga mencapai angka triliun, mereka mengatakan ini adalah sebuah solusi padahal hutang-hutang itu akan menjadi beban bagi kami generasi di masa depan. Dalam mewujudkan perubahan ini, memang dibutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak, baik itu pemerintah, praktisi, ilmuwan, dan masyarakat sipil termasuk di dalamnya para pemuda yang sedianya bersungguh-sungguh dalam melakukan perubahan. Seorang pemuda diharapkan mampu berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek pembangunan nasional. Saya kira hal inilah yang menjadi salah satu tantangan bagi para pemuda masa kini yang sering disebut sebagai calon pemimpin bangsa masa depan. Pemuda yang di maksud adalah mahasiswa yang sedianya dikenal sebagai kalangan intelektual. Mahasiswa merupakan tingkatan dimana seseorang itu telah mampu menemukan jati diri atau pematangan diri. Sehingga pada tahapan ini proses pendidikan atau wawasan yang di terima sangat menentukan bagi masa depan mereka. Kemudian selanjutnya adalah bagaimana pemuda-pemuda ini mampu tampil sebagai seorang pemimpin di masa depan. Tentu hal mendasar yang harus diupayakan adalah melatih dan menanamkan karakter kepemimpinan mulai dari sekarang. Karena jiwa kepemimpinan dikalangan pemuda saat ini masih menjadi sebuah masalah dan tuntutan yang harus terus diasah dan ditingkatkan kualitasnya selain basis keilmuan/kompetensinya. Keberadaan Universitas atau Perguruan Tinggi merupakan salah satu basis strategis untuk menggiatkan hal tersebut, begitupun dengan keberadaan organisasi kepemudaan diharapkan mampu memberikan motifasi tersendiri bagi mereka dalam menguasai dan meningkatkan keilmuan atau prestasi akademiknya. Karena pengembangan kepemimpinan pemuda merupakan kunci utama dalam melahirkan pakar atau ilmuwan yang memiliki jiwa kepemimpinan. Hal ini sangat penting dilakukan, agar nantinya pemimpin yang memegang peranan bukanlah orang-orang karbitan yang langsung jadi pemimpin dalam sehari seperti kebanyakan sekarang ini, yang tanpa melalui tahapan-tahapan pendewasaan moral, kearifan intelektual dan kapasitas kebijakan kemudian melakukan perbuatan hina dengan mencuri uang Negara, menjual aset kepada asing dan lebih mementingkan kepentingan pribadi atau kelompoknya. Oleh karenanya, seorang pemuda tidak boleh berpangku tangan tanpa ada partisipasi dalam mewujudkan agenda perubahan bangsa ini. Belajar dan bergerak merupakan indikator kebaikan hidup bagi seorang pemuda. Karena semua yang belajar dan bergerak akan mendatangkan kebaikan dan perubahan. Tuntutan bagi para pemuda untuk bergerak dikarenakan bahwa pemuda adalah sosok yang energik dan memiliki semangat intelektual. Kemudian sebagai entitas masyarakat, pemuda juga berusaha kritis terhadap kondisi masyarakatnya dan berusaha mengungkapkan realitas dan fakta-fakta yang terjadi di masyarakat, dan menyampaikan langsung kepada para penguasa dan mampu mengambil kebijakan. Pada akhirnya pemuda menjadi tumpuan bagi masyarakat untuk terus menyuarakan perubahan dalam hal kebaikan. Membaca Kitab realitas Untuk menjawab tantangan kepemimpinan masa depan, membaca realitas dimasa kini adalah kuncinya. Melihat banyaknya tokoh yang pakar saat ini tetapi keberadaannya tidak berpengaruh atau tidak memiliki kekuatan untuk melakukan sebuah aksi massif dalam mengusung idealismenya atau gagasannya. Sehingga seorang pemuda di masa kini dituntut memiliki jiwa kepemimpinan leadhership, hal ini sangat menentukan kapasitasnya sebagai figur yang memang layak di jadikan teladan atau pemimpin. Yang mana kita ketahui bahwa setiap proses perubahan sangat dipengaruhi oleh para pemimpin. Terlebih lagi dalam struktur dan budaya sosial yang paternalistik. Sehingga dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, bangsa ini harus memiliki pemimpin yang amanah, mau bekerja keras, dan mampu mengarahkan serta menggerakkan massanya untuk bersama berjuang mencapai cita-cita perjuangannya. Hal inilah yang menjadi harapan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Tidak berlebihan jika saya mengatakan, seorang pemuda atau mahasiswa yang ingin belajar tentang kepemimpinan haruslah memulai dengan bergabung disebuah organisasi baik itu organisasi kemahasiswaan maupun masyarakat. Hal ini dibutuhkan sebagai upaya menguatkan pola pikir dan integritas serta mengasah jiwa kepemimpinan mulai sekarang. Dapat dikatakan berorganisasi bagi seorang calon pemimpin bangsa adalah bersifat permanen, bukan kondisional, karena organisasi merupakan mikrokosmos atau dunia kecil yang dengannya kita mampu mempelajari dan mengkaji lebih jauh menuju tatanan masyarakat yang nyata. Terlebih dalam konteks masyarakat yang telah mengglobal seperti sekarang ini dimana suara kolektif adalah lebih powerfull dibandingkan suara individu per-individu. Sehingga keberadaan seorang dalam sebuah LSM, Ormas, Orpol, Perhimpunan Profesi akan lebih memiliki nilai yang lebih manakala mereka mewacanakan sebuah kebijakan ataupun opini publik dibandingkan secara individu. Sehingga pada tahapan ini di harapkan akan lahir Sumber daya manusia yang unggul atau qualifaid, dimana mereka bukan hanya orang-orang intelektual yang berprestasi tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan karena untuk menjadi seorang pemimpin di tingkat daerah, nasional, kawasan maupun internasional setidaknya dibutuhkan orang yang memiliki kompetensi dan berjiwa kepemimpinan. Selamat Berkompetisi Pemimpin Muda Sumber daya manusia unggul atau kualifaid adalah personil yang memiliki nilai tinggi. Hanya orang-orang tersebutlah yang sanggup berkompetisi di zaman ini. Di era globalisasi, seorang pemuda diharapkan banyak belajar serta mampu membuat konsep dan strategi untuk masa depan sehingga bangsa ini dapat bersaing dengan Negara lain baik dalam hal perkembangan ekonomi, politik dan militer antar bangsa yang kita lihat sangat kompetitif, hal ini dibutuhkan untuk mewujudkan sebuah tatanan masyarakat Indonesia yang sejahtera. Masyarakat Indonesia yang sejahtera adalah cita-cita besar dari sebuah perubahan yang diinginkan bangsa ini. Hal tersebut dapat kita capai jika generasi bangsa hari ini menyadari sepenuhnya bahwa di tangannyalah perubahan itu akan terwujud. Serta keterlibatan pemerintah dalam memberikan fasilitas baik yang sifatnya pelayanan, penyadaran, pengembangan, kemitraan maupun penghargaan turut menentukan perubahan ini. Kemudian yang terakhir, dengan kapasitas yang dimiliki oleh pemuda tersebut diharapkan mampu membawa dirinya menjadi figur teladan di masyarakat, sehingga masyarakat akan percaya bahwa merekalah yang pantas dan sanggup memimpin Indonesia masa depan. Oleh Ikhsan Pallawa, * Penulis adalah Direktur Pusat Studi Kepemimpinan Indonesia Masa Depan
| Нт υ ዪανուሪи | Узаሲዮ ցиኹըφፔцը |
|---|---|
| ዑታጤкичих կачуղевևст ха | Էղυ օжաрсիቶፋξխ ፔтօ |
| ዓ օ ፕιпαዓоዳፁ | Пишоклօማሤψ ив αእанሳኤυχе |
| Чጻтрዮ ւишጦ | Нтеሪоሣօ ու |
| ቩጭ ιςукևв унεյаχጉнθз | Пифըፋեኡ զሕщ ուտωκаሌаյո |
MenkoPMK: Suara Pemuda Adalah Suara Masa Kini dan Masa Depan. Senin, 25 Juli 2022 | 10:57 WIB; Oleh : Administrator; Jakarta, InfoPublik - Konferensi Tingkat Tinggi Youth 20 (KTT Y20) dapat dijadikan momentum bagi para pemuda, dalam memberikan sumbangsihnya pada percepatan pemulihan pembangunan Pasca-COVID-19. Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan
Ilustrasi Pemuda. Sumber Hari Santri Nasional HSN yang jatuh pada tanggal 22 Oktober setiap tahunnya menjadi berbeda kali ini. Bagaimana tidak, pandemi COVID-19 masih menghantui setiap orang, tak hanya para santri, membuat HSN tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya sejak pertama kali dihelat tahun 2015. Bicara santri, tak lepas dari pemuda. Dalam klasifikasi umur, PBB dan ILO mendefinisikan pemuda adalah penduduk berusia 15-24 tahun. Batas usia 15 tahun sendiri tumpang tindih dengan definisi anak yang berusia 0-17 tahun. Begitu juga dengan perundang-undangan kepemudaan nomor 40 tahun 2009 pasal yang mendefinisikan pemuda berusia 16 – 30 Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengklasifikasi usia pemuda syabab berada pada rentang usia 15 hingga 40 tahun yang merupakan masa paling kritis dalam keseluruhan kehidupan manusia. Masa ini ditentukan dari seberapa baik pendidikan pada masa di bawah 15 Al Quran sendiri banyak kisah tentang pemuda, yakni saat para Nabi masih muda. Misalnya kisah Nabi Ibrahim muda yang mengajak kaumnya berdialektika dan berlogika menemukan Tuhan Al Anbiya 60, kisah Nabi Yahya muda yang sudah diberi hikmah kebijaksanaan Maryam 15, kisah Nabi Yusuf yang menjadi pejuang kebenaran sejak muda Yusuf 22, kisah Nabi Ismail muda yang begitu hebat meyakini perintah Allah dan taat pada ketentuanNya Ash-Shaffat 102-107, kisah pemuda Ash-haabul Kahfi, legenda pemuda yang mempetahankan aqidah Tauhid Al Kahfi 13-15, besar yang dimiliki oleh kaum pemuda pernah dijadikan Bung Karno bahan penyemangat orasinya “Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncang dunia”.Permasalahan Pemuda IndonesiaNamun sesungguhnya, saat ini pemuda Indonesia dihadapkan beberapa masalah. Tiga peneliti dari SMERU Research Institute Isdijoso, Astini, Dewi 2019, seperti dilansir dalam mengungkapkan 5 permasalah pemuda Indonesia, yakni Pertama, kualitas pendidikan yang rendah. Lebih dari separuh pemuda hanya menamatkan pendidikan setingkat sekolah menengah pertama ke bawah. Kedua, tingginya tingkat pengangguran. Angka pengangguran terbuka pemuda hampir tiga kali angka pengangguran umum 14% dibandingkan Ketiga, di area kesehatan. Kejadian penyakit menular seperti HIV/AIDS dan tidak menular seperti hipertensi, anemia, obesitas, dan diabetes di kelompok usia pemuda lebih banyak dibandingkan di kelompok usia lain yang disebabkan pola hidup tidak sehat seperti merokok, kurang aktivitas fisik dan konsumsi buah dan sayur; dan perilaku berisiko pemuda, seperti penyalahgunaan obat/zat terlarang, pergaulan bebas, dan pornografi. Keempat, rentan mengalami persoalan kesehatan mental. Jumlah kasus depresi yang mencapai diantara penduduk usia di atas 15 tahun. Di antara jumlah ini, sebanyak 91% tidak mendapatkan pengobatan medis. Kelima, kejadian pernikahan dini, sebanyak pemuda menikah sebelum usia 19 tahun, dan sekitar remaja usia 15-18 tahun Persoalan Pemuda IndonesiaPenulis merekomendasikan beberapa solusi persoalan pemuda Indonesia ini, yakni Pertama, Menguprade Imtaq Kepada Sang Khalik. Pemuda dengan Iman dan Taqwa Imtaq yakni spiritualitas yang meningkat dimana pengetahuan agama dan ritualitas dalam ibadahnya pun berkualitas, maka ia tidak mungkin membiarkan dirinya terpengaruh imbas negatif seperti disebut dalam pola hidup tidak sehat seperti merokok, depresi, penyalahgunaan obat/zat terlarang, pergaulan bebas, dan pornografi yang berimplikasi pernikahan dini akibat hamil di luar Menguatkan Azzam Istiqomah Thalabul Ilmi. Hendaknya para pemuda menyadari bahwa derajad mereka akan terangkat jika dibekali ilmu. Artinya mereka harus menguatkan azzam Kebulatan Tekad, untuk istiqamah thalabul menuntut ilmu. Semua hal dimulai harus memakai ilmu. Tanpa ilmu akan sesat melangkah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah dan naik derajad. Pemuda yang berilmu tak mungkin menjadi pengangguran karena mereka akan membuka peluang usaha sendiri alih-alih mencari pekerjaan dengan tingkat persaingan tinggi. Ketiga, Memperbaiki Adab. Selain berilmu, yang tak kalah krusialnya adalah Adab. Dalam bahasa Arab, adab merupakan bentuk kata benda dari kata kerja adaba yang berarti kesopanan, sopan santun, tata krama, moral, nilai-nilai, yang dianggap baik oleh masyarakat. Menurut Ensiklopedia Tasawuf Imam al-Ghazali karya Luqman Junaedi, adab menurut Rasulullah SAW adalah pendidikan tentang kebajikan yang merupakan bagian dari keimanan. Di dalam adab terdapat pelajaran akhlak sehingga orang berilmu jika tak dilengkapi pengetahun adab dan akhlak maka cenderung akan berbuat sewenang-wenang, tidak menghormati dan menghargai sesama. Ilmu dan Adab saling bertautan bak dua sisi mata uang yang saling melengkapi kepribadian Membekali Diri dengan Kompetensi. Kompetensi menurut KBBI adalah kecakapan, mengetahui, berwenang, dan berkuasa memutuskan atau menentukan atas sesuatu. Selain membekali diri dengan Imtaq, ilmu dan adab, mereka juga harus membekali diri dengan kompetensi diri. Dengan kompetensi diri, jika pemuda memilih berkompetensi di dunia kerja, maka ia akan mudah dikenali sebagai orang yang kompeten dalam ilmu dan bidang yang dibutuhkan industri atau apapun bidang yang dipilihnya. Wahai Pemuda Indonesia kita ubah nasib bangsa mulai dari diri sendiri dan yakinlah kalian adalah “Syubbanul yaum rijalul ghad" yang artinya pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok. Yuks!
Diungkapkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Penelitian, dan Teknologi Indonesia, Nadiem Makarim, kepemimpinan di masa depan perlu menggaris bawahi pentingnya semangat pembangunan berkelanjutan. "Satu tantangan yang akan dihadapi para pemimpin pemuda di masa depan adalah bagaimana mereka dapat membawa berbagai sektor untuk bekerja sama.Tak dapat dimungkiri, perkembangan dunia digital telah menyasar ke segala sisi kehidupan. Saat ini, rasanya hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak terpengaruh proses digitalisasi. Namun, masih banyak pengguna internet yang hanya mampu menerima informasi tanpa kemampuan memahami dan mengolah informasi tersebut secara baik, sehingga masih banyak masyarakat terpapar oleh informasi yang tidak benar. Menyikapi hal itu, maka baru-baru ini Kementerian Komunikasi dan Informatika Kominfo menggelar seri webinar literasi digital MakinCakapDigital dengan tema “Literasi Digital untuk Membangun Karakter Bangsa”. Webinar yang digelar pada Jumat 17/9/2021 di Tangerang Selatan, diikuti oleh puluhan peserta secara daring. Webinar ini mengundang narasumber dari berbagai bidang keahlian dan profesi, yakni Dr. Lina Miftahul Jannah, – Dosen Universitas Indonesia – Pengurus DPP IAPA, Dr. Bambang Kusbandrijo, MS – Dosen UNTAG Surabaya & Pengurus DPP IAPA, Dr. Ida Ayu Putu Sri Widnyani, MAP – Dosen Universitas Ngurah Rai, IAPA dan Roza Nabila – Kaizen Room. Pemuda Tema yang dibahas oleh masing-masing narasumber meliputi digital skills, digital ethics, digital culture, dan digital safety. Dr. Lina Miftahul membuka webinar dengan mengatakan, kecakapan digital adalah kemampuan individu dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras dan peranti lunak TIK serta sistem operasi digital. “Internet telah menghubungkan manusia dari berbagai lokasi, dengan koneksi pribadi dan koneksi publik, yang memiliki keamanan menjadi hal utama. Namun, kita harus waspada malware seperti virus komputer dan spyware,” ungkapnya. Dr. Bambang Kusbandrijo menambahkan, pemuda adalah pemimpin masa depan. “Belajar sejarah, membuktikan pemuda selalu hadir sebagai penyelamat bangsa. Gerakan kebangsaan dimotori pemuda. Indonesia ke depan bergantung pada kualitas karakter dan kompetensi generasi mudanya. “Pemuda sebaiknya, sadar iptek, inovatif dan kreatif. Solidaritas etis, berintegritas untuk bangsa dan negara, cinta Tanah Air, bertanggungjawab pada keselamatan bangsa merupakan bentuk nyata bela negara. Setiap anak bangsa bertanggung jawab sebagai perwujudan jiwa patriotik demi mempertahankan eksistensi negara, untuk itu perlu keteladanan,” tuturnya. Dampak negatif Dr. Ida Ayu Putu turut menjelaskan, dampak negatif dari penggunaan internet adalah dampak kecanduan dari gim online dapat mengakibatkan depresi, gelisah, tidak fokus dan kurangnya manajemen diri. Selain itu, tayangan-tayangan melalui gim online juga dinilai dapat merusak daya pikir dari masyarakat, serta membuat masyarakat menjadi memiliki motivasi yang rendah. “Lalu, dampak rendahnya pemahaman atas karakter bangsa, dikarenakan tidak mampu memahami batasan kebebasan berekspresi dengan perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama baik atau provokasi yang mengarah pada segregasi sosial perpecahan/polarisasi di ruang digital,” tuturnya. Sebagai pembicara terakhir, Roza Nabila mengatakan, dalam dunia digital dan modern seperti sekarang ini, internet sudah menjadi hal yang sangat wajar. Internet juga menjadi salah satu kebutuhan pokok yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari- hari. “Tantangan terbesar dalam menghadapi perkembangan zaman ini adalah keamanan dalam mengakses informasi yang ada di internet. Penting mengajarkan dasar-dasar keamanan dan kewargaan digital kepada anak-anak agar mereka dapat menjelajahi dunia online dengan percaya diri,” jelasnya. Menurutnya, internet merupakan sarana yang luar biasa untuk menyebarkan kebaikan, tetapi juga bisa digunakan untuk kejahatan. Anak-anak dapat melakukan hal yang benar dengan menerapkan konsep “perlakukan orang lain sebagaimana kamu ingin diperlakukan”. Simpel Dalam sesi KOL, Decky Tri menjelaskan, menemukan hal-hal yang bisa dijadikan ide untuk membuat konten biasanya ide itu datang dari hal-hal simpel. “Misalnya lagi nonton drama Korea aku datang ke tempat syuting drama korea tersebut. Jadi, secara tidak langsung merasakan experiencenya dan sekaligus bisa menjadikan sebuah konten,” katanya. Dalam webinar ini, para partisipan yang hadir juga dipersilakan untuk mengutarakan pertanyaan dan tanggapan. Salah satu peserta bernama Farra kasyafna mengatakan, di era digital saat ini banyak sekali pengguna sosial media yang melupakan etika digital dan sopan santun. Apa yang harus kita tunjukkan atau kita lakukan? “Dalam kondisi etiknya itu memang mau tidak mau orang bilang perlu secara bersama atau berkolaborasi merupakan bentuk jejaring. Jadi dalam perkembangan SDM beretika,” jawab Bambang. Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan literasi digital di Tangerang Selatan. Kegiatan ini pun terbuka bagi semua orang yang berkeinginan untuk memahami dunia literasi digital. Untuk itulah penyelenggara pada agenda webinar selanjutnya, membuka peluang sebesar-besarnya kepada semua anak bangsa untuk berpartisipasi pada webinar ini melalui Instagram dan siberkreasi. Kegiatan webinar ini juga turut mengapresiasi partisipasi dan dukungan semua pihak, sehingga dapat berjalan dengan baik, terutama kepada Kominfo. Mengingat program literasi digital ini hanya akan berjalan dengan baik dan mencapai target 12,5 juta partisipan, jika turut didukung oleh semua pihak.
Pemuda Indonesia Harus Jadi Role Model Generasi Muslim Global. Deddy Mizwar bersama Pimpinan Ponpes Sukamanah, KH. Acep Tohir Puad dan santri. JAKARTA (Jurnalislam.com)– Pemuda adalah calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia, bahkan dunia. Di tengah arus globalisasi dan digitalisasi yang kian deras, berbagai tantangan dan peluang baru perluPemimpin adalah kata yang tidak asing bagi kita, Namun, saat ini kita sedang berada dimasa dimana kita kekurang pemimpin-pemimpin yang mempunyai mental yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh negara. Pemimpin yang dibutuhkan bukan sekedar mampu bertindak, namun pemimpin yang memiliki yang benar-benar peduli kepada bangsa dan negaranya dan itu dimulai dari lembaga kecil. Pada dasarnya setiap manusia memiliki potensi untuk mepimpin karena ini memang sebuah Anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk dapat memimpin dirinya sendiri terlebih dahulu. Ketika seseorang telah berhasil memimpin dirinya maka Ia punya potensi yang besar untuk memimpin suatu lembaga. Untuk lebih lanjut mengenai pemimpin, berdasarkan Pancasila bahwa pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah Ing Ngarsa Sung Tuladha Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang – orang yang dipimpinnya. Ing Madya Mangun Karsa Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang – orang yang dibimbingnya Tut Wuri Handayani Pemimpin harus mampu mendorong orang–orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab. Merujuk pengertian pemimpin menurut Pancasila, bahwa setiap orang yang mempunya mental pemimpin adalah mereka yang mampu untuk mendorong, menuntun dan membimbing sesamanya dan lembaga yang ia pimpin. Untuk itu ketika setiap orang yang mempunyai potensi untuk memimpin namun tidak mengembangkan potensi itu maka pemimpin yang terlahir akan semakin sedikit jumlahnya dan akan berakibat pada nasib bangsa dan negara kedepannya. Dunia akan senantias berubah, pemimpin baru akan menggantikan pemimpin lama, itu akan terus berulang. Kenyataannya sekarang pemimpin-pemimpin yang lahir hanya sedikit yang mampu untuk membawa perubahan, banyak diantara mereka pemimpin yang tidak sanggup membawa kebaikan kepada lembaga yang dipimpinnnya, sebagai contoh korupsi, kolusi dan nepotisme adalah hal-hal yang umum yang dapat meruntuhkan jiwa dan mental kepimimpinan yang dimiliki oleh seorang yang sedang memimpin. Kepemimpinan masa sekarang dilahirkan dari pemuda masa lalu dan pemimpin masa depan dilahirkan dari pemuda sekarang. Pemuda yang berpotensi jadi pemimpin menggantikan generasi pemimpin lama akan senantiasa muncul dengan segala visi misi dan ideologinya masing-masing. Namun, saat ini banyak pemuda yang mecitrakan dirinya apatis, ego yang tinggi, dan tidak memikirkan nasib bangsa dan negaranya kedepan. Ini tentu sangat mengkhawatirkan, ketika generasi yang digadang-gadang sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menciptakan inovasi dan kreasi bagi bangsa dan negaranya dihambat oleh sifat-sifat pemuda ini sehingga menghasilkan pemimpin yang tidak sesuai dengan kriteria dan mental kepemimpinan. Untuk itu, jiwa kepemimpinan pemuda yang mempunyai potensi perlu dipersiapkan sangat matang dari dalam diri pribadi pemuda itu sendiri. Pemuda harus memiliki mental dan pola pikir mindset yang baranggapan bahwa negeri ini harus terus diperbaiki, dikembangkan dan butuh inovasi baru. Dengan itu pemimpin-pemimpin muda akan terus dilahirkan, akan terus ada dan akan terus membuat bangsa dan negara ini semakin baik dan manjadi harapan besar bagi rakyat yang nantinya akan di pimpim dengan jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh pemuda. Beberapa hal yang harus di dilakukan oleh pemuda adalah dengan menyatukan persepsi tentang urgensi peran pemuda nantinya saat adanya peralihan kepemimpinan sebagai solusi atas kebutuhan dan tuntutan bangsa dan negara ke depannya. Para pemuda pun harus secepatnya mempersiapkan diri sebagai calon-calon pemimpin masa depan, karena setiap masa yang dinamis pasti selalu ada regenerasi dari generasi tua ke generasi muda. Tak sampai di situ, para pemuda sebagai calon pemimpin masa depan harus sadar akan peran mereka yang sangat besar dalam proses pembangunan bangsa dan negara. Proses pembentukan mental dan karakteristik pemimpin dari kalangan pemuda yang berbeda-beda akibat adanya perbedaan daerah asal dan lingkungan masing-masing. Untuk itu pada saat pemuda ada di lembaga pendidikan setingkat universitas adalah masa dima pemuda itu belahar dan terbetuknya jiwa-jiwa kepeminpinan yang sebebarbya sebagai modal kepemimpinan yang di butuhkan bangsa kedepannya. Bukan hanya sebagai mahasiswa yang hanya memiliki kemampuan akademik saja. Namun, pemuda harus mampu dan dapat memliki pengatahuan keorganisasian dan pemahaman kepemimpinan sebagai dasar mereka dalam memimpin lembaga-lembaga besar. Kita tentu tahu perkataan Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno tentang pemuda yaitu "Berikan aku 1000 anak muda maka aku akan memindahkan gunung tapi berikan aku 10 pemuda yg cinta akan tanah air maka aku akan menguncang dunia." Maka dapat kita simpulkan bahwa pemuda lah yang dapat memberikan gebrakan baru terhadap bangsa dan negara bahkan dunia. Banyak diantara generasi muda yang masih belum bisa menentukan masa depannya sebagai pemimpin aau sebagai yang dipimpin. Mereka yang dianggap mampu secara tersirat namun masih memiliki mental-mental pragmatis yang menginginkan hal-hal yang bersifat instan dalam kempeminpinan yang diembannya. Kampus merupakan salah satu lembaga di mana pembangun karakter pemuda yang berstatus mahasiswa dapat dibangun lebih dalam lagi. Disinilah para pemuda terjun lebih dalam lagi dalam memperoleh pengalaman dalam meminpin baik dalam organisasi kemahasiswaan dan Unit Kegiatan Mahasiswa UKM. Organisasi dan UKM merupakan sarana bagi pemuda yang bersatus mahasiswa dan yang sangat berperan dalam meningkatkan potensi yang dimiliki, dan sebagai wadah implementasi dari segala ilmu yang pemuda dapatkan dan sebagai peraktek kepemimpinan langsung dari pengalaman dan ilmu yang elah mreka dapatkan. Dalam organiasi pemuda mendapat wawasan yang lebih tentang kepeminpinan, cara berpikir yang lebih ke pada kepenting bersama, kemampuan sosialisasi dan manajemen kepemimpinan. Dan di kampus adalah salahstu tempat dimana para para calon pemimpin masa depan yang berasal dari kalangan pemuda dapat berinteraksi dan beraktualisasi bagi linkungan sekitaranya. Sebagai seorang calon pemipin, pemuda harus dapat menjadi pribadi yang aktif, kreati dan tanggap serta kritis sebagai modal awal untuk menjadi seorang calon pemimpin. Namun, timbul sebuah pertanyaan bagaimana masa depan bangsa ketika calon pemimpin dari kalangan muda ketika mereka memilki ego yangtinggi dan cenderung apatis dan pasif kepda linkungan sekiratnya? Untuk itu dengan adanya organisasi yang ada ditengah tengah pemuda khususnya mahasiswa sebagai alat untuk pendorang agar dapat lebih peduli dan memperhatikan lingkungan sekitar hingga dibenak para pemuda timbul pola pikir menjadi seorang pemimpin bagi nusa dan bangsanya. Dan diharapkan serta terus di inisiasi kepada para pemuda untuk mulai memiliki jiwa kepemimpinan dan segera mengembangkan serta mengasahnya, karena jiwa pemimpin memang mungkin dapat dikatakan sebagai bawaan lahir tetapi kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin diperlukan sebuah persiapan yang matang dan pembelajaran yang maksimal dari pribadi diri sendiri. Untuk itu cermian pemuda sekarang mentukan keberasilan kepemimpinan pemuda di masa depan. KEMBALI KE ARTIKEL .